Monday, September 1, 2014

Filter Rokok Mengandung Darah Babi

Filter Rokok Mengandung Darah Babi
Filter Rokok Mengandung Darah Babi | Bagi sobat Revan yang seorang perokok aktif mungkin harus membaca postingan ini sampai selesai. Karena baru-baru ini ditemukan sebuah fakta bahwa pada filter sebatang rokok yang sobat hisap setiap hari tersebut terdapat kandungan yang berasal dari hewan Babi.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh DR. Hakim Sarimuda Pohan, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT). Beliau mengatakan bahwa di dalam filter roko yang banyak beredar di Indonesia ini mengandung bahan yang berasal dari darah Babi. Salah satu zat yang terkandung di dalam filter rokok tersebut yaitu Hemoglobin atau Protein darah babi.

Dalam dialog Bahaya Merokok Bagi Kehidupan Berbangsa di Balai Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, DR. Hakim Sarimuda Pohan mengatakan, hemoglobin atau protein darah babi tersebut digunakan di dalam filter rokok berguna sebagai penyaring racun kimia agar tidak masuk ke dalam paru-paru perokok.

Beliau menyakini bahwa filter yang digunakan pada rokok yang beredar di Indonesia merupakan filter impor dari luar negeri yang mengandung komponen dari darah babi. Menurut beliau, semua itu diketahui setelah adanya pernyataan yang diungkapkan seorang ahli dari Australia, yaitu Simonn Chapman, seorang Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney.

Profesor Simon Chapman ini juga telah memperingatkan kelompok agama tertentu mengenai dugaan adanya kandungan darah babi di dalam filter rokok tersebut, Hal tersebut merujuk kepada sebuah penelitian di Belanda yang mengungkapkan bahwa ada 185 perusahaan berbeda yang menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.

Oleh karena itu, menurut DR. Hakim Sarimuda Pohan, sudah selayaknya lah kita selaku ummat Islam terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim untuk menjauhi barang yang nyata-nyata diharamkan oleh agama. Sekedar informasi saja, bahwa kaum yahudi sendiri juga melarang pemanfaatan babi untuk keperluan seperti itu, tambahnya dalam dialog dalam rangkaian sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang melarang merokok di tempat tertentu.

Dalam dialog yang dihadiri ratusan peserta baik dari kalangan PNS, Pengelola Hotel, Restoran, dan pengelola tempat-tempat umum tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin dengan Moderator Kepala Dinas Kesehatan setempat, drg. Diah R Praswati.

Dalam dialog tersebut juga dilangsungkan tanya jawab yang antara lain disarankan perlunya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok.

Artikel Terkait

Blog ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami dengan Dunia IT khususnya masalah software, game dan sebagainya. Blog ini juga sebagai media sosial untuk berbagi Info Menarik serta Hiburan lainnya agar lebih bermanfaat.

1 komentar so far

untung saya bukan seorang perokok mas :)

- Dilarang SPAM

- Dilarang Pasang Link Aktif

- Harus Sopan.
EmoticonEmoticon