Tuesday, September 2, 2014

Shalat Bukanlah Menyembah Batu

Shalat Bukanlah Menyembah Batu
Ka’bah dan kiamat. Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia beribadah adalah rumah yang di bakkah (makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi manusia. (qs. Ali imran: 96)
Shalat Bukanlah Menyembah Batu - Dalam benak kita mungkin pernah terbersit pertanyaan kenapa kita shalat harus menghadap kiblat, kenapa juga harus ada ibadah thawaf, dan lain sebagainya.

Shalat Bukanlah Menyembah Batu
  1. Ketika mempelajari kaidah tangan kanan (hukum agama), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas. Arah putaran ditunjukan oleh arah 4 jari dan arah energi ke atas ditunjukan oleh ibu jari yang menghadap ke atas. Subhanallah, ini benar-benar suatu peristiwa yang unik dan aneh.
  2. Dengan melihat pola ibadah thawaf dimana thawaf dimulai dan bergerak dengan memutari ka'bah dengan berlawanan arah jarum jam, tentu saja hal ini akan menimbulkan pertanyaan dalam benak kita, kenapa gerakan thawaf tidak searah jarum jam saja misalnya.
  3. Kenapa shalat harus menghadap kiblat dan berdo'a dan pemakaman pun dianjurkan harus menghadap kiblat.
  4. Kenapa shalat di Masjidil Haram menurut hadits nilainya 100.000 kali lipat dari di tempat kita sendiri.
  5. Sampai pula lah ke pertanyaan tentang singgasana Tuhan berada pada langit yang tertinggi.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita renungkan sejenak :
  1. Energi solat dan doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di kabah setiap saat, karena bumi berputar sehingga solat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang bandung solat dzuhur, beberapa menit kemudian orang jakarta dzuhur, beberapa menit kemudian serang dzuhur, lampung dan seterusnya. Belum selesai dzuhur di india pakistan, di makasar sudah mulai ashar dan seterusnya. Pada saat dzuhur di jakarta di london sholat subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.
  2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah makah sekitarnya dan jamaah umroh / haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.
  3. Maka menurut implikasi hukum kaidah tangan kanan bahwa energi yang terkumpul akan diputar dengan tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas menuju langit. Jadi sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di kabah namun semuanya naik ke langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari kabah. Menuju langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai ke hadirat nya. Jadi selama 24 jam sehari terpancar cerobong energi yang terfokus.
Shalat Bukanlah Menyembah Batu
Kesimpulan
  1. Solat dan doa, diyakini akan sampai ke langit menuju singgasana tuhan selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan tuhan juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin
  2. Memantapkan kita dalam beribadah solat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan tuhan, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).
  3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi solat dan doa untuk mencapai tuhan dengan upaya natural manusia. 
  4. Tuhan maha pandai, maha besar dan maha segalanya.
Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada tuhan yang maha esa. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan kitab suci dan hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat .

Ramalan untuk memastikan bahwa ka’bah dan kiamat hanya allah yang tahu :
  1. Ka’bah akan hancur dengan sendirinya (terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti). 
  2. Jika pusat bumi bergeser akan banyak kekacauan (seperti musim yang tidak mengenal waktu).
  3.  Kiamat akan cepat terjadi jika sholat sudah ditinggalkan.
  4. Anda pasti juga pernah mendengar jika siapa yang meninggalkan sholat berarti telah merobohkan agama.

Artikel Terkait

Blog ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami dengan Dunia IT khususnya masalah software, game dan sebagainya. Blog ini juga sebagai media sosial untuk berbagi Info Menarik serta Hiburan lainnya agar lebih bermanfaat.

- Dilarang SPAM

- Dilarang Pasang Link Aktif

- Harus Sopan.
EmoticonEmoticon