Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengenali Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Unsur Kalsium Pada Tanaman Cabai

Cara Mengenali Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Unsur Kalsium Pada Tanaman Cabai
Cabai Segar

RudiEtnovian.Com - Mengingat unsur hara Calsium memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman cabai, maka defisiensi atau kekurangan Calsium memiliki efek yang nyata.

Kekurangan Calsium dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada tanaman cabai, baik pada pertumbuhan akar, batang dan daun maupun pada proses produksi buah cabai.

CIRI-CIRI ATAU GEJALA VISUAL KEKURANGAN UNSUR KALSIUM PADA TANAMAN CABAI

☑️ Kekurangan Calsium menyebabkan tanaman cabai tumbuh lambat, kerdil, lemah dan menderita.

☑️ Pertumbuhan bulu-bulu akar cabai dan tunas-tunas muda tumbuh lambat, akar tanaman cabai pendek dan seringkali membusuk.

☑️ Akar tanaman cabai tidak mampu menyerap unsur hara dari tanah dengan baik, sehingga tanaman tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meskipun sudah dipupuk.

☑️ Tanaman cabai mudah layu dan tidak tahan kekeringan.

☑️ Tanaman cabai yang kekurangan Calsium rentan terserang berbagai jenis penyakit jamur dan bakteri, seperti layu fusarium, layu bakteri, busuk akar, busuk batang, busuk kuncup/mati pucuk, antraknosa/busuk buah dan bercak daun.

☑️ Bunga dari tanaman cabai yang kekurangan Calsium menguning, mudah gugur atau rontok. Selain itu kekurangan Calsium juga menyebabkan produksi bunga cabai terhambat.

☑️ Tangkai buah muda menguning hingga kepucuk buah, buah mudah gugur/rontok. Jika dibelah, daging buah dan biji cabai berwarna coklat kehitaman.

☑️ Bentuk dan warna buah cabai tidak sempurna, keriput atau bengkok. Buah cabai muda mudah gugur/rontok dan masak sebelum waktunya.

☑️ Gejala kekurangan calsium pada buah cabai lainnya yaitu mudah terserang Pathek/Antraknosa/Busuk buah.

☑️ Tanaman cabai kekurangan Calsium rentan terserang virus gemini dan virus mozaik.

☑️ Daun-daun muda keriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, daun cabai mudah rontok, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat matiB.

☑️ Batang tanaman cabai lemah/kurang kuat.

☑️ Daun cabai memiliki bentuk yang tidak sempurna (salah bentuk), ukuran daun kecil-kecil, kadang-kadang keriting atau nekrotis.

☑️ Kuncup/tunas muda yang telah tumbuh seringkali mati.

☑️ Terjadi klorosis sepanjang tepi daun yang muda dan ujung daun membengkok.

☑️ Biji dari buah cabai yang sudah tua (merah) tidak bernas / kopong.

Menurut Marschner (1986) indikator defisiensi hara Ca pertama kali terlihat pada daun yang masih muda, sedangkan untuk tanaman yang defisiensi hara N, K dan Mg akan tampak pada daun yang telah dewasa.

Hal itulah yang menyebabkan panjang dan lebar daun pada tanaman defisiensi (kekurangan) unsur hara Calsium (Ca) lebih kecil-kecil karena sejak daun masih muda sudah menampakan gejala terhambat pertumbuhannya.

Hal itu sekaligus akan menghambat perkembangan tanaman selanjutnya yang ditunjukkan oleh bobot kering tanaman yang sangat kecil karena biji tidak bernas dan banyak yang kopong/gabug.

Proses metabolisme Calsium (Ca) dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dimana diketahui bahwa unsur Calsium (Ca) ini didapatkan pada batang dan daun tanaman dan bertugas merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang dan merangsang pembentukan biji (Lavon et al., 1995).

Dengan tidak adanya Calsium (Ca) maka pembentukan bulu-bulu akar akan terhambat, sehingga terhambat pula dalam menyerap unsur hara yang ada didalam tanah atau media tanam.

CIRI-CIRI TANAMAN CABAI KELEBIHAN UNSUR KALSIUM

Kelebihan unsur Calsium (Ca) tidak memiliki efek yang berarti terhadap tanaman cabai, kelebihan Calsium hanya berpengaruh terhadap pH tanah.

Oleh sebab itu pemberian Calsium juga tidak boleh berlebihan.

Seperti pada tanah berkapur, kelebihan Calsium dapat menyebabkan timbulnya kekurangan unsur Kalium dan beberapa unsur mikro seperti besi, boron, seng, tembaga dan mangan.

Kelainan hara dapat timbul karena kelebihan unsur Calsium seperti terjadi pada tanah yang memiliki kadar karbonat tinggi, pemberian Calsium (pengapuran) yang berlebihan pada tanah masam atau terjadinya akumulasi garam Calsium, baik melalui aliran kapiler maupun karena tidak adanya pencucian yang intensif.

Rudi Etnovian Hadi Kurniawan
Rudi Etnovian Hadi Kurniawan Agen HNI HPAI Sekaligus Seorang Blogger dan Menyediakan Jasa Pembuatan Website Sejak Tahun 2008
Iklan