Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenali Tanda-Tanda Kapan Fan Belt Mobil Harus Diganti

RudiEtnovian.Com - Tali kipas atau fan belt merupakan komponen vital dalam sebuah mesin mobil dan harus mendapatkan perhatian khusus dari para pemilik mobil.

Fan belt tersebut berupa sabuk atau tali berbahan karet yang tahan terhadap panas dan terus berputar sepanjang mesin mobil dihidupkan.

Mengenali Tanda-Tanda Kapan Fan Belt Mobil Harus Diganti

Fungsi fan belt ini adalah sebagai penerus putaran mesin untuk menggerakkan komponen lainnya seperti power steering, AC, water pump, alternator, dan komponen lainnya.

Jika kita lihat dari tugasnya, fan belt memiliki umur penggunaan yang relatif singkat. Karena harus bekerja terus menerus mengikuti putaran mesin untuk menggerakkan komponen mobil lainnya.

Bisa dibayangkan jika tali kipas tersebut tiba-tiba putus di tengah jalan saat Anda berkendara, sudah dapat dipastikan mobil akan mogok.

Agar terhindar dari  hal tersebut, pemilik mobil harus selalu memperhatikan kondisi fan belt mobilnya. 

Karena pengalaman pribadi sendiri, saat di tengah jalan tiba-tiba mobil mogok, setelah diperiksa ternyata salah satu fan belt putus, yaitu fan belt yang memutar dinamo cas.

Untungnya mobilnya mogok tepat di depan bengkel mobil. Kalau tidak, sudah pasti akan sangat merepotkan sekali.

Ada banyak cara untuk mengetahui tanda-tanda fan belt mobil anda harus diganti.

Cara yang paling mudah untuk mendeteksi fan belt mulai rusak adalah dari suara aneh yang ditimbulkan mesin.

Suara aneh tersebut akan muncul ketika mesin dihidupkan saat di pagi hari. Untuk itu sangat dianjurkan saat akan memanaskan mesin pada pagi hari agar selalu mendengarkan dengan seksama.

Suara yang timbul biasanya adalah suara berdecit. Bunyi ini muncul akibat selip, karena karet fan belt sudah tidak bisa lagi memutar pulley dengan sempurna.

Selain itu, tanda-tanda fan belt sudah waktunya harus diganti bisa dilihat secara fisik. Karena fan belt terbuat dari karet dan menahan gesekan serta panas mesin, fan belt akan terlihat pecah-pecah atau retak di bagian dalamnya.

Untuk mengetahui ada retak atau tidaknya fan belt, anda bisa memegangnya lalu membalikkannya.

Jika terlihat ada retakan halus di bagian dalamnya, itu artinya fan belt harus diganti. Lakukan cara ini hanya dalam keadaan mesin sedang dingin untuk menghindari cidera.

Jika gejala tersebut didiamkan, dikhawatirkan fan belt akan putus saat sedang di jalan.

Akan tetapi jika keadaan  memang tidak memungkinkan untuk mengganti fan belt dengan segera, ada cara lain untuk mengatasinya sementara waktu yaitu dengan cara memberi pelumas khusus pada fan belt tersebut agar tidak terlalu kering.

Tapi perlu diingat, cara tersebut sifatnya hanya sementara. Setelah keadaan memungkinkan untuk menggantinya, maka segera ganti saja, jangan ditunda-tunda lagi.

Hal itu untuk menghindari masalah fan belt putus di tengah jalan.

Demikianlah beberapa cara Mengenali Tanda-Tanda Kapan Fan Belt Mobil Harus Diganti. Semoga bisa bermanfaat.

Disarankan untuk melakukan pergantian fan belt secara rutin, karena idealnya pergantian fan belt dilakukan setiap 30.000 – 40.000 kilometer.

Rudi Etnovian Hadi Kurniawan
Rudi Etnovian Hadi Kurniawan Agen HNI HPAI Sekaligus Seorang Blogger dan Menyediakan Jasa Pembuatan Website Sejak Tahun 2008
Iklan