Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Lengkap Budidaya Cabe Rawit Menggunakan Polybag

Panduan Lengkap Budidaya Cabai Rawit Menggunakan Polybag
Cabai Rawit Dalam Polybag

RudiEtnovian.Com - Cabe rawit merupakan salah satu kebutuhan pokok yang selalu ada di setiap dapur.

Cabe rawit ini harganya sangat fluktuatif, kadang harganya sangat murah tapi kadang juga harganya bisa melonjak sangat mahal.

Mengingat cabai rawit merupakan salah satu kebutuhan pokok dan harganya yang fluktuatif, jadi tidak ada salahnya jika kita belajar Bagaimana Cara Budidaya Cabai Rawit.

Untuk budidaya cabai rawit tidak harus dilakukan di area perkebunan yang luas, bagi teman-teman yang tidak memiliki lahan yang cukup luas pun tetap bisa melakukannya yaitu menggunakan media polybag.

Berikut Panduan Lengkap Budidaya Cabe Rawit Menggunakan Polybag tersebut.

PEMILIHAN BENIH CABAI RAWIT

Sebelum memulai menanam cabai rawit, hal yang pertama kali yang harus dilakukan yaitu pemilihan benih cabai rawit.

Tentukan jenis cabai rawit yang seperti apa yang ingin ditanam dan pilihlah benih yang memang benar-benar sehat.

Sebenarnya tidak harus membeli benih cabai rawit yang sachet-an yang biasa dijual di toko pertanian, bisa saja dengan menggunakan cabai rawit yang ada di dapur, tapi harus dipastikan cabai tersebut benar-benar sudah tua dan sehat.

Akan tetapi jika ingin yang sudah terjamin kualitasnya silahkan beli di toko pertanian, sekaligus bisa memilih jenis cabai rawit yang ingin ditanam.

Ciri-ciri cabai yang baik untuk dijadikan benih adalah kulit cabai berwarna merah menyala, kelihatan segar dan tidak keriput, tangkai buah masih berwarna hijau segar.

Jangan membuat benih dari buah cabai yang tangkainya sudah kering dan kulit keriput, meskipun warnanya kulitnya merah.

Karena bisa jadi buah cabai tersebut bukan merah karena tua, tetapi karena terlalu lama disimpan.

Apabila teman-teman memilih benihnya dari cabai rawit yang ada di dapur, maka buah cabai yang sudah dipilih untuk dijadikan benih tersebut dibelah terlebih dahulu untuk diambil bijinya.

Kemudian biji cabai tersebut dicuci hingga bersih untuk membuang lendir yang melekat pada biji cabai.

Selanjutnya lakukan seleksi benih, yaitu dengan cara merendam biji cabai dalam air. Buang biji cabai yang terapung dan melayang, ambil biji yang tenggelam untuk dijadikan benih.

Kemudian biji cabai rawit dijemur hingga kering dan dapat disemai langsung atau disimpan.

PENYEMAIN CABAI RAWIT

Berikut ini cara menyemai benih cabai rawit agar cepat tumbuh :

☑️ Siapkan media semai, yaitu campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3 : 1

☑️ Aduk tanah dan pukan/kompos tersebut hingga tercampur rata. Diamkan ditempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung selama kurang lebih 1 minggu.

☑️ Rendam benih menggunakan air hangat kuku selama kurang lebih 3 jam. Bisa juga ditambahakan ZPT secukupnya atau air bawang merah untuk merangsang perkecambahan.

☑️ Media semai dimasukkan kedalam wadah semai atau tray semai atau disemai dihamparan tanah. Tapi untuk lebih amannya, sebaiknya menggunakan wadah atau tray semai. Siram hingga basah.

☑️ Letakkan benih pada media semai dengan jarak yang teratur, bisa 3 x 4 cm atau 4 x 4 cm.

☑️ Tutup tipis benih menggunakan tanah halus.

☑️ Tutup wadah semai menggunakan plastik hitam atau daun pisang untuk mengkondisikan lingkungan yang hangat dan lembab agar benih lebih cepat berkecambah.

☑️ Penyemaian bisa juga menggunakan polybag kecil. Isi polybag dengan media semai, kemudian disiram hingga basah dan masukkan 1 benih setiap polybag.

☑️ Dalam waktu 7 – 10 hari biasanya benih sudah berkecambah. Letakkan wadah semai pada tempat yang teduh atau dibawah naungan.

☑️ 2 hari kemudian bibit mulai diperkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap agar tidak terjadi etiolasi dan bibit memiliki batang yang kuat.

☑️ Usia 25 – 30 hari kemudian bibit sudah bisa dipindah tanam ke pot / polybag pembesaran.

PERSIAPAN MEDIA TANAM

Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan pot/polybag dan media tanam.

Pot atau polybag yang akan digunakan untuk menanam cabai rawit sebaiknya memiliki diameter minimal 30 cm.

Lebih besar lebih baik supaya pot/polybag mampu menampung media tanam yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Wadah yang digunakan bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada dirumah anda, seperti ember bekas, plastik asoy/kantong plastik, kaleng bekas cat, jerigen bekas dan lain sebagainya.

Media tanam sebaiknya disiapkan 10 hari atau 7 hari sebelum usia bibit siap untuk dipindah tanam.

Media tanam yang digunakan hendaknya bersifat porous (gembur), tidak mudah becek dan banyak mengandung bahan organik atau unsur hara.

Media tanam untuk menanam cabai dalam pot atau polybag adalah campuran tanah, pupuk kandang, sekam mentah dan arang sekam.

Gunakan tanah yang gembur, bisa menggunakan tanah yang terdapat disekitar pembuangan sampah atau tanah yang ada dibawah rumpun bambu.

Karena media tanam dalam polybag cenderung lebih cepat padat, maka media tanam wajib dicampur dengan arang sekam.

Arang sekam berfungsi untuk menjaga porositas tanah dan mencegah pemadatan media tanam.

Perbandingan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, sekam mentah dan arang sekam adalah 3 : 2 : 1 : 1.

MENANAM BIBIT CABAI RAWIT DI POT/POLYBAG

Tahapan selanjutnya adalah proses penanaman.

Pemindahan bibit ke media pembesaran atau penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Siram terlebih dahulu media tanam hingga basah dan buat lubang tanam tepat ditengah-tengah pot atau polybag.

Jika bibit cabai rawit disemai tanpa menggunakan polybag, ambil bibit dari persemaian secara hati-hati.

Bibit jangan dicabut tapi dicongkel beserta tanah dan akarnya agar bibit tidak stres setelah dipindah tanam.

Masukkan bibit kedalam lubang tanam, tutup pangkal bibit menggunakan tanah sambil ditekan-tekan sedikit supaya bibit kokoh.

Kemudian disiram dengan air secukupnya.

Jika bibit disemai menggunakan tray semai, ambil atau lepaskan bibit secara hati-hati agar akar tidak putus atau rusak.

Bibit yang sudah dilepaskan dari tray semai harus segera ditanam pada media tanam.

Jika penyemaian menggunakan polybag, lepaskan polybag dengan hati-hati jangan sampai tanah media semai pecah atau rusak.

Setelah pemindahan bibit selesai, letakkan polybag atau pot pembasaran tersebut pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 3 atau 4 hari.

Hari kelima bibit sudah beradaptasi dengan baik pada media tanam dan bisa mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Lakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit dan jika bibit sudah cukup kuat dan diperkirakan akar baru sudah tumbuh letakkan pot atau polybag pada tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN

Setelah penanaman selesai, tahap selanjutnya adalah pemeliharaan dan perawatan.

Pemeliharaan tanaman cabai rawit dalam pot/polybag tidaklah sulit dan sangat mudah.

Pemeliharaan atau perawatan yang harus dilakukan antara lain penyiraman, pemsangan tiang ajir dan penyiangan.

☑️ Tanaman cabai rawit sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.

Siram media tanam secukupnya jika terlihat kering.

Jangan menyiram terlalu banyak, karena bisa menyebabkan media tanam terlalu basah dan tanaman mudah terserang penyakit jamur atau bakteri.

☑️ Jika pada musim penghujan sebaiknya media tanam ditutup dan diberi lubang seperlunya pada pangkal batang saja. Tujuannya agar air hujan tidak terlalu banyak mengguyur media tanam.

☑️ Agar tajuk tanaman dapat berdiri kokoh dan tidak mudah rebah diterpa angin dan hujan, maka perlu dipasang tiang ajir.

Ajir sebaiknya dipasang sebelum penanaman dilakukan atau segera setelah penanaman selesai.

Jika terlambat memasang ajir dikhawatirkan ajir dapat merusak perakaran tanaman.

Jika terlanjur terlambat, ajir sebaiknya dipasang diluar polybag atau pot.

☑️ Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu membersihkan rumput yang tumbuh di media tanam dan membersihkan areal sekitar tanaman.

Gulma atau rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabai rawit dan menjadi inang hama dan penyakit.

☑️ Pemeliharaan yang juga tidak kalah pentingnya adalah melakukan perempelan tunas-tunas bawah.

Tunas yang tumbuh disetiap ketiak daun cabai sebaiknya dikurangi dengan cara dirempel.

Tunas yang dirempel yaitu 4 – 5 tunas yang berada pada posisi paling bawah.

PEMUPUKAN

Agar cabai rawit yang ditanam di pot atau polybag dapat tumbuh dengan subur dan berbuah lebat, tanaman harus diberi pupuk tambahan selain pupuk yang sudah ada pada media tanam.

Tujuan pemupukan susulan atau pemberian pupuk tambahan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, sebab hara yang terdapat pada media tanam lama-lama akan habis diserap oleh akar.

Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk anorganik atau pupuk kimia pabrikan atau pupuk organik.

Jenis pupuk yang digunakan sebaiknya adalah pupuk NPK dan pupuk kandang yang sudah matang. Akan lebih baik jika menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi atau pupuk kandang yang dilengkapi dengan trichoderma.

Berikut ini dosis dan cara pemupukan cabai rawit dalam pot atau polybag :

✔️ Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman cabai rawit berumur 15 – 20 hari setalah tanam.

Taburkan 1/2 sendok makan pupuk NPK disekeliling pangkal batang, jangan sampai mengenai batang ya.

Lakukan hal yang sama setiap 10 hari sekali.

Pemupukan sebaiknya dilakukan ketika media tanam dalam kedaan basah agar pupuk mudah diserap oleh akar.

Waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

✔️ Perhatikan kondisi tanaman secara rutin dan seksama, jika terlihat gejala kekurangan unsur N segera berikan pupuk nitrogen, jika kekurangan unsur kalsium segera berikan pupuk kalsium dan lain sebagainya.

Tapi ingat, berikan pupuk N seperlunya saja, jangan berlebihan.

✔️ Pemberian pupuk kimia sebaiknya diimbangi dengan pupuk organik, pupuk kandang atau kompos misalnya.

Taburkan 2 genggam pupuk organik pada media tanam yang dilakukan secara bergantian dengan pupuk NPK.

Misalnya : pemupukan pertama menggunakan pupuk NPK, pemupukan kedua menggunakan pupuk kandang, pemupukan ketiga menggunakan pupuk NPK lagi, begitu seterusnya sampai panen.

✔️ Jika ingin tanaman cabai rawit dalam pot / polybag anda lebih awet dan berumur panjang, sebaiknya kurangi penggunaan pupuk kimia terutama pupuk nitrogen dan perbanyaklah pupuk organik.

✔️ Untuk melengkapi kebutuhan unsur hara makro, akan lebih baik jika setiap 1 minggu tanaman cabai rawit disemprot dengan pupuk daun.

Banyak sekali merk pupuk daun yang beredar dipsaran dan bisa anda gunakan, misalnya bayfolan, growmore, gandasil D/B dan lain-lain.

PENANGGULANGAN HAMA DAN PENYAKIT

Berhubung ini adalah budidaya cabai rawit skala rumahan atau skala hobi, penanggulangan hama dan penyakit bisa dilakukan secara manual.

Yakni dengan cara memungut langsung hama atau mencabut dan membuang jauh-jauh tanaman yang terserang penyakit.

Bisa juga dengan menyemprotkan pestisida organik dan gunakan insektisida kimia jika diperlukan saja.

✔️ Untuk mengendalikan hama ulat, kepik, belalang, lalat buah dan hama serangga lainnya gunakan insektisida lannate, curacron, metindo atau regent.

✔️ Untuk mengendalikan hama dari golongan kutu-kutuan, seperti tungau, trips, kutu kebul dan kutu daun gunakan akarisida bamex, agrimec, demolish, alfamex, promectin atau samite.

✔️ Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur, gunakan fungisida seperti antracol, bion m, amistartop dll.

✔️ Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, gunakan bakterisida.

PEMANENAN

Inilah saat yang paling ditunggu dalam bercocok tanam dan berkebun, yaitu masa panen.

Sensasinya sangat luar biasa ketika kita memasak dan mengkonsumsi hasil kebun yang kita tanam sendiri.

Gak percaya? coba saja menanam nanti anda akan ketagihan.

Setelah 90 hari waktu kita habiskan untuk merawat tanaman cabai rawit mulai dari menyemai benih, cabai rawit yang kita tanam sudah bisa dituai hasilnya.

Jika ingin memetik buah cabai yang sudah tua dan berwarna merah, maka anda harus sabar menunggu kurang lebih 30 hari lagi.

Jika dirawat dengan baik dan benar, 2 pot cabai rawit saja yang anda tanam sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Anda tidak akan pusing lagi ketika harga cabai rawit mahal, atau ketika anda tidak sempat ke pasar atau ketika tukang sayur langganan anda sakit.

Selamat mencoba menanam cabai rawit dan selamat berkebun.

Semoga bermanfaat.

Rudi Etnovian Hadi Kurniawan
Rudi Etnovian Hadi Kurniawan Agen HNI HPAI Sekaligus Seorang Blogger dan Menyediakan Jasa Pembuatan Website Sejak Tahun 2008