Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orang Pertama Yang Menyakini Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Orang Pertama Yang Menyakini Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Potret Unta di Padang Pasir

RudiEtnovian.Com - Saat Nabi Muhammad menerima wahyu Allah untuk pertama kalinya, keagungan wahyu Allah tersebut membuat hatinya bergetar.

Bahkan beliau sampai menggigil dan gemetar dengan sangat hebatnya, apalagi setelah melihat wujud malaikat Jibril dalam bentuk aslinya.

Sampai saat dalam perjalanan pulang ke rumah setelah menerima wahyu tersebut pun, beliau masih dalam keadaan menggigil dan gemetar.

Sesampainya di rumah, Rasulullah meminta istri tercintanya, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimutinya.

Melihat keadaan suami tercinta pulang dalam keadaan seperti itu, tentu saja membuat sang istri khawatir dan bertanya.

Kemudian Rasulullah pun menceritakan peristiwa yang baru saja dialami selama berada di Gua Hira.

Mendengar cerita dari suaminya, Khadijah lalu mengajak Nabi Muhammad untuk menemui sepupunya, yakni Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza.

Ia adalah orang yang menguasai kitab-kitab terdahulu, dan dia juga merupakan orang yang lurus.

Di saat orang-orang Quraisy melakukan perbuatan syirik dan menyembah berhala, ia tetap teguh dengan keyakinannya untuk menolak menyembah berhala.

Hal tersebut dilakukannya karena bertentangan dengan tradisi agama-agama terdahulu yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam.

Sesampainya Rasulullah di rumah Waraqah, beliau langsung menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya di Gua Hira dengan sangat detail.

Setelah mendengar cerita dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Waraqah berkata :

Berbahagialah, kemudian berbahagialah. Aku bersaksi bahwa kau adalah orang yang (dijanjikan) membawa kabar gembira oleh (Isa) putra Maryam.

Sesungguhnya kau (didatangi malaikat) seperti an-Namus al-Akbar (Jibril) untuk Musa. Sesungguhnya kau adalah nabi yang diutus.

Sesungguhnya kau akan diperintahkan untuk berjihad setelah harimu (diangkat menjadi nabi) ini, dan andai aku masih bertemu masa itu, sungguh, aku akan berjihad bersamamu.

[Imam Abu Bakr al-Baihaqi, Dalâ’il al-Nubuwwah, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1988, juz 2, hlm 158-159]

Waraqah bin Naufal meyakini dan percaya bahwa Muhammad memang benar-benar Nabi dan Rasul Allah yang telah dikabarkan dalam kitab-kitab terdahulu.

Ia bahkan berkata kepada Rasulullah, bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang menolong Rasulullah dengan segala upaya ketika Rasulullah diusir oleh kaumnya. 

Seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu. Seandainya aku ada saat itu, pasti aku akan menolongmu dengan semua kemampuanku” kata Waraqah kepada Rasulullah.

Namun takdir allah berkata lain, Waraqah meninggal dunia sebelum Rasulullah mengalami masa-masa yang telah diucapkannya di mana kaum kafir Quraisy menyakiti Nabi Muhammad setelah beliau mendapatkan wahyu.

Ada banyak riwayat yang menunjukan bahwa Waraqah bin Naufal adalah salah satu penghuni Surga karena beliau sudah mengimani sejak awal bahwa Rasulullah adalah utusan Allah bahkan sejak sebelum beliau mulai berdakwah.

Imam Abu al-Qasim al-Suhaili (508-581 H) dalam al-Raudl al-Unuf menulis satu paragraf khusus membahas kedudukan Waraqah bin Naufal di akhirat.

Beliau menulis: “Waraqah adalah seseorang yang beriman kepada nabi sebelum masa diutus.

Al-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

"Aku melihat Waraqah bin Naufal dalam mimpi, dia mengenakan baju putih. Jika dia termasuk ahli neraka, dia tidak akan mengenakan baju putih."

Hadits ini lemah dalam isnadnya karena ada Utsman bin Abdurrahman.

Meskipun demikian, tetapi hadits tersebut dikuatkan dengan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:

"Aku melihat pendeta (maksudnya Waraqah) dia mengenakan baju sutera, karena dia adalah orang pertama yang beriman kepadaku dan membenarkanku."

[Imam Abu al-Qasim al-Suhaili, al-Raudl al-Unuf Syarh al-Sîrah al-Nabawiyyah lî Ibn Hisyâm, 2008, juz 1, h. 362]

Itulah kisah dari seorang Nasrani yang menjadi orang pertama yang membenarkan kenabian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menjadi salah satu penghuni Surga.

Wallahu A’lam.

Rudi Etnovian Hadi Kurniawan
Rudi Etnovian Hadi Kurniawan Agen HNI HPAI Sekaligus Seorang Blogger dan Menyediakan Jasa Pembuatan Website Sejak Tahun 2008
Iklan