Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Beli Kendaraan Bermotor Harus Sesuai Alamat di KTP

RudiEtnovian.Com - Pada saat sekarang ini kendaraan bermotor bukan lagi menjadi barang mewah seperti jaman dulu.

Bisa dikatakan hampir semua orang memiliki kendaraan bermotor, minimal satu rumah tangga memiliki satu unit sepeda motor.

Kenapa Beli Kendaraan Bermotor Harus Sesuai Alamat di KTP

Hal ini dikarenakan syarat untuk memiliki atau membeli kendaraan bermotor sudah tidak sesulit jaman dulu dan harganya pun sudah terjangkau.

Bahkan ada yang dengan uang Rp 1.000.000,- saja sudah bisa membeli sepeda motor dengan sistem kredit.

Dengan semakin mudahnya mendapatkan sepeda motor, saat ini dalam satu rumah tangga ada yang mempunyai lebih dari satu unit kendaraan bermotor.

Selain itu juga hal tersebut didukung dengan semakin banyaknya showroom-showroom yang menyediakan berbagai macam jenis kendaran roda dua maupun roda empat, mulai dari yang baru maupun yang bekas.

Pada saat sekarang ini animo masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor bekas masih terbilang cukup tinggi, terutama untuk unit kendaraan yang memiliki nopol luar daerah.

Alasan yang sangat mendasar mereka lebih memilih kendaraan yang berasal dari luar daerah yaitu harga belinya yang relatif lebih murah daripada kendaraan yang berasal dari dalam daerah sendiri.

Nah, buat teman-teman yang saat ini mungkin juga sedang berencana untuk membeli kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut ini sebelum membeli kendaraan dengan nopol luar daerah.

1. Pembelian Kendaraan Harus Menggunakan KTP

Setiap kali akan membeli kendaraan secara legal, salah satu dokumen yang wajib dilampirkan yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Jadi, jika teman-teman semua membeli kendaraan di luar daerah (provinsi), maka teman-teman harus lapor terlebih dahulu ke kantor Dukcapil guna mutasi data kependudukan (alamat) sesuai dengan tempat dimana akan membeli kendaraan.

Tentu saja hal ini akan sangat merepotkan sekali, jika harus mendatangi kantor Dukcapil hanya untuk kepentingan membeli kendaraan saja.

2. Nama di STNK dan BPKB Bukan Nama Anda

Poin kedua ini erat kaitannya dengan poin pertama tadi.

Jika teman-teman memaksakan diri untuk tetap membeli kendaraan tanpa harus melakukan mutasi data kependudukan maka teman-teman terpaksa harus menggunakan nama orang lain untuk proses pembelian kendaraan tersebut.

Bisa saja teman-teman menggunakan nama saudara yang kebetulan berada satu wilayah dengan tempat pembelian kendaraan tersebut.

Jika teman-teman tidak memiliki saudara disana maka terpaksa harus menggunakan nama orang lain, hal ini sangat tidak disarankan sekali.

3. Biaya Ekstra Untuk Mutasi

Biaya yang digunakan untuk mengurus mutasi atau memindahkan alamat yang tertera di STNK dan BPKB ke alamat baru sesuai KTP.

Cepat atau lambat, saat teman-teman semua membeli kendaraan dari luar daerah pasti ada masanya akan di mutasikan.

Biaya untuk mengurus mutasi kendaraan itu sendiri tidak sedikit loh. Dari pengalaman pribadi saat dulu melakukan mutasi, biayanya sekitar Rp 2.000.000,-.

4. Perpanjangan Pajak Kendaraan Menjadi Lebih Sulit

Konsekuensi berikutnya yang juga harus menjadi pertimbangan saat akan membeli kendaraan dengan nopol luar daerah yaitu proses perpanjangan pajaknya yang lebih sulit.

Jika teman-teman mempunyai saudara atau kenalan yang bisa dimintai pertolongan untuk mengurus perpanjangan pajak kendaraan di daerah asal sih mungkin hal ini tidak begitu merepotkan.

Meskipun untuk saat ini untuk pembayaran pajak kendaraan tahunan sudah bisa menggunakan aplikasi Signal (Samsat Digital Nasional).

Tapi, tetap saja saat akan melakukan pembayaran pajak yang 5 tahunan kita tidak bisa menggunakan aplikasi ini, karena harus datang ke Samsatnya langsung.

Lain halnya jika tidak ada yang bisa dimintai pertolongan untuk melakukan hal tersebut. Tentu akan sangat disayangkan jika harus bepergian keluar daerah hanya untuk kepentingan mengurus pajak kendaraan.

Memang sih, ada saja calo atau penyedia jasa terkait yang menawarkan kemudahan untuk membayar pajak kendaraan bagi mereka yang memiliki kendaraan luar daerah. Tapi tentu saja ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan untuk itu.

5. Uang Pajak Masuk Ke Kas Daerah

Setiap wajib pajak yang membayarkan pajaknya terutama pajak kendaraan bermotor, maka uang tersebut akan masuk ke dalam kas daerah menjadi pendapatan daerah.

Dana-dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan daerah, salah satu contohnya saja yaitu pembangunan dan pemeliharaan jalan serta sarana transportasi umum lainnya.

Jadi sangat disayangkan sekali jika memiliki kendaraan dari luar daerah, karena pajak yang kita bayarkan tidak masuk ke kas daerah domisili kita sendiri.

6. Berpeluang Menjadi Kendaraan Bodong

Konsekuensi yang paling utama menurut saya karena membeli kendaraan bermotor dari luar daerah atau tidak sesuai alamat domisili yaitu kendaraan tersebut akan berpeluang menjadi kendaraan bodong.

Bagiamana tidak, disaat nanti teman-teman kesulitan dalam proses pembayaran pajak kendaraannya, teman-teman akan menunda bahkan malas untuk membayarnya.

Sehingga kendaraan tersebut akan berpeluang untuk menjadi kendaraan bodong atau kendaraan yang mati pajak dan akan sangat rawan sekali untuk ditangkap saat ada razia pemeriksaan kelengkapan dokumen berkendaraan.

Nah, itulah beberapa poin yang harus menjadi pertimbangan saat akan melakukan pembelian kendaraan bermotor diluar dari alamat domisili (KTP) kita.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Silahkan sampaikan kritik dan saran serta informasi tambahan jika ada yang kurang pas dengan postingan kali ini. Karena semuanya berdasarkan pengalaman pribadi.

Rudi Etnovian Hadi Kurniawan
Rudi Etnovian Hadi Kurniawan Seorang Blogger dan Menyediakan Jasa Pembuatan Website Sejak Tahun 2008
Iklan