Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspadai Obat, Kosmetik dan Makanan Berbahaya Yang Menggunakan BPOM Palsu

RudiEtnovian.Com - Halo semuanya. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan diberikan kemudahan dalam setiap urusan dan kelancaran rejeki oleh Allah dimanapun kita berada.

Waspadai Obat, Kosmetik dan Makanan Berbahaya Yang Menggunakan BPOM Palsu

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas sedikit informasi mengenai adanya produk-produk obat-obatan, kosmetik, makanan serta produk lain yang tidak memiliki nomor BPOM karena memang mereka tidak terdaftar di BPOM.

Sebagaimana yang kita ketahui, dengan terdaftarnya sebuah produk di BPOM, maka akan membuat semacam "garansi" bagi kita bahwa produk tersebut memang aman untuk digunakan atau dikonsumsi.

Karena memang seperti itulah fungsi dari adanya BPOM tersebut. BPOM bertugas untuk menjadi pengawas atau filter bagi setiap produk yang beredar di masyarakat.

Bagi produk yang memang "layak" edar pasti akan mendapatkan sertifikat, nomor dan label dari BPOM sebagai tanda bahwa produk tersebut telah melewati uji laboratorium dan terbukti tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya.

PENYALAHGUNAAN NOMOR BPOM

Seperti yang tadi saya katakan, dengan adanya nomor dan label BPOM pada kemasan suatu produk, maka akan hal tersebut akan menjadi semacam "garansi" bagi kita bahwa produk tersebut aman untuk digunakan.

Akan tetapi, ternyata ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab yang memalsukan nomor BPOM atau mencatumkan nomor BPOM fiktif pada kemasan sebuah produk.

Tujuan dari tindakan tersebut yaitu untuk mengelabui para konsumen agar para konsumen mengira produk tersebut memang benar-benar sudah terdaftar di BPOM.

Hal semacam ini sebenarnya hanya menyasar atau akan bekerja hanya kepada para konsumen yang tidak peduli dengan nomor BPOM sebuah produk atau mereka yang malas untuk mengecek keaslian dari nomor BPOM suatu produk yang akan mereka beli.

Jika kita lihat dari sisi positif dari "malas" mengecek nomor BPOM saat setiap kali berbelanja tersebut bisa saja karena mereka sudah percaya sepenuhnya dengan label atau nomor BPOM yang tertera di kemasan suatu produk tersebut.

Padahal sebenarnya yang terjadi di lapangan tidaklah seperti itu, karena hal-hal semacam itulah menjadi celah dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan pemalsuan nomor BPOM.

Selain menggunakan modus pemalsuan atau pencantuman nomor BPOM fiktif, ada satu lagi modus yang biasa digunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dalam penyalahgunaan nomor BPOM yaitu, mencantumkan nomor BPOM produknya yang lain pada produk yang belum BPOM.

Maksudnya seperti ini, Brand A memiliki beberapa macam varian (item) produk yaitu Produk 1, Produk 2, Produk 3 dan Produk 4.

Nah, produk Brand A tersebut yang sudah tedaftar di BPOM hanya yang Produk 1, Produk 2 dan Produk 3 saja.

Tapi ternyata untuk yang Produk 4 belum terdaftar di BPOM dan nomor BPOM yang mereka cantumkan adalah nomor BPOM utama dari Brand A atau nomor BPOM produk mereka yang lainnya yang masih satu Brand.

TIPS BERBELANJA YANG AMAN

Agar kita semua sebagai konsumen terhindar dari hal-hal yang telah disebutkan di atas maka mulailah untuk lebih peduli dan waspada lagi dengan adanya nomor BPOM pada setiap kemasan produk obat, kosmetik dan makanan yang kita beli.

Jangan pernah "malas" untuk mengecek nomor BPOM barang belanjaannya. Apalagi untuk mengecek nomor BPOM sebuah produk tersebut tidaklah sulit, bisa kita lakukan dimana saja dengan memanfaatkan jaringan internet dan fasilitas yang telah disediakan oleh BPOM sendiri pada website resminya yang memungkinkan masyarakat untuk mengecek nomor BPOM sebuah produk.

Bagi pengguna smartphone sendiri Ssekarang ini sudah bisa memasang aplikasi khusus milik BPOM yang bisa digunakan untuk mengecek nomor BPOM secara gratis.

Setelah dicek, silahkan teman-teman perhatikan secara seksama informasi yang di BPOM tersebut apakah sudah benar-benar sama dengan yang tertera pada kemasan produk.

Jangan sampai kita sebagai konsumen terpedaya dengan penyalahgunaan nomor BPOM seperti yang telah disebutkan di atas.

Kemudian untuk produk yang sifatnya hanya dapat diperoleh secara terbatas karena mungkin menerapkan sistem penjualan yang lebih dikenal sebagai multi level marketing, diharapkan untuk membelinya hanya melalui seller atau perwakilan resmi dari produk tersebut.

Hal ini bukan bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan nomor BPOM saja melainkan juga bertujuan agar kita terhindar dari tindakan pemalsuan produk.

Jadi, meskipun telah membeli produk melalui seller resminya tetap saja kita sebagai konsumen diharapkan untuk selalu mengecek nomor BPOM produk tersebut.

Apalagi jika produk tersebut memiliki indikasi sebagai produk obat-obatan, kosmetik dan makanan yang "abal-abal".

Demikianlah informasi terkait Penyalahgunaan Nomor BPOM yang dapat saya share. Semoga informasi tersebut bisa menjadi "warning" untuk kita semua agar bisa menjadi lebih hati-hati lagi dalam berbelanja dan jadilah SMART BUYER.

Rudi Etnovian
Rudi Etnovian Seorang Blogger dan Menyediakan Jasa Pembuatan Website Sejak Tahun 2008
Iklan